PESAN MORAL DALAM PUISI “LASTU MITSLA AL-NȂSI” KARYA FARUQ JUWAIDAH (Analisis Konten)

  • Sammad Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta
  • Shofiyah Binti Nasir Ilyas Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta
Keywords: Puisi, Lastu Mitsla Al-Nasi, Analisis Konten, Pesan Moral

Abstract

This study aims to find moral messages contained in the poem “Lastu Mitsla Al-Nȃsi” by Faruq Juwaidah. This research is a qualitative descriptive study with content analysis. Content analysis in literature is an effort to understand literary works from extrinsic aspects, including; moral messages, educational values, philosophical values, religious values ​​and historical values. The approach in this research is a philosophical and religious approach. Based on the results of research on the poem "Lastu Mitsla Al-Nȃsi" by Faruq Juwaidah, a moral message was found, namely how humans should perceive other humans. The message is summarized in several values, namely (1) humans are created equal, (2) humans live in the same world, (3) humans must see other humans objectively, and (4) fellow humans must love one another. This poetry implies that whether we really behave like humans.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pesan-pesan moral yang terdapat dalam puisi “Lastu Mitsla Al-Nȃsi” karya Faruq Juwaidah. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan analisis konten. Analisis konten dalam sastra adalah upaya pemahaman karya sastra dari aspek ekstrinsik, meliputi; pesan moral, nilai pendidikan, nilai filosofis, nilai religius dan nilai kesejarahan. Adapun pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan filosofis dan religius. Berdasarkan hasil penelitian terhadap puisi “Lastu Mitsla Al-Nȃsi” karya Faruq Juwaidah, ditemukan pesan moral, yaitu bagaimana seharusnya manusia memandang manusia lainnya. Pesan tersebut disarikan dalam beberapa nilai, yaitu (1) manusia diciptakan sama, (2) manusia hidup di dunia yang sama, (3) manusia harus melihat manusia lainnya dengan objektif, dan (4) sesama manusia harus saling mengasihi. Puisi ini secara tidak langsung mempertanyakan bahwa apakah kita sudah benar-benar berperilaku layaknya manusia.

Published
2021-06-28