Gerakan Politik Islam Kontemporer Dunia Melayu dan Samudera Hindia (Suatu Analisis Indonesia-Mesir)
Keywords:
Gerakan Politik Islam, Dunia Melayu, Samudera Hindia, Indonesia, MesirAbstract
Hindia, sebuah wilayah dengan sejarah interaksi Islam yang kaya. Menggunakan pendekatan interdisipliner Ilmu Politik dan Studi Islam, analisis ini mengeksplorasi karakteristik, ideologi, strategi, dan dampak gerakan tersebut, serta interaksinya dengan lanskap politik regional. Melalui analisis komparatif, gerakan di kawasan ini dibandingkan dengan dinamika politik Islam di Indonesia dan Mesir. Penelitian ini menggunakan beberapa teori Teori diantaranya Mobilisasi Sumber Daya (Resource Mobilization Theory) McCarthy & Zald, untuk menjelaskan bagaimana gerakan politik Islam berhasil mengumpulkan dan memanfaatkan sumber daya (resources) seperti jaringan keagamaan (tarekat, organisasi massa), dana, kepemimpinan karismatik, dan dukungan massa untuk mencapai tujuan politik, kemudian teori kerangka sistem politik David Easton (input-output model) Digunakan secara spesifik untuk menganalisis Ikhwanul Muslimin di Mesir, bagaimana mereka memengaruhi dinamika politik melalui tuntutan demokrasi (input) dan kebijakan sosial-ekonomi (output). Metode penelitian mencakup analisis kualitatif terhadap dokumen, literatur, dan perbandingan lintas negara. Temuan menunjukkan variasi signifikan dalam gerakan politik Islam regional, dipengaruhi oleh konteks lokal, regional, dan global. Perbandingan dengan Indonesia dan Mesir menyoroti persamaan tantangan dan perbedaan adaptasi ideologis serta kultural. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman peran gerakan politik Islam dalam dinamika politik dan sosial di Dunia Melayu dan Samudera Hindia, serta implikasinya bagi stabilitas regional.
