Rekonstruksi Pemahaman Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) Melalui Qirā’ah Mubādalah Analisis Q.S Ali ‘Imran 14

Authors

  • Hana Maulydiah Institut Ilmu Al-Qur'an Jakarta
  • Tasya Nafisyah Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta
  • Muhammad Khair El-Haq Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta
  • Ade Naelul Huda Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.22373/quranicum.v2i2.8304

Keywords:

Kejahatan Gender Online, Qirā’ah Mubādalah, Tafsir Al-Qur’an, Gender.

Abstract

Abtract: The increasing prevalence of gender-based violence in digital spaces indicates
that women remain the group most vulnerable to becoming victims. Ironically, victims
who should receive protection are instead frequently subjected to social stigma, victim
blaming practices, and unfair positioning as though they bear responsibility for the
perpetrator’s actions. This phenomenon underscores the persistence of a strong victim
blaming culture and the weakness of justice-oriented and victim-centered perspectives
in the handling of online gender-based violence (OGBV). This study employs a
qualitative research design using a library research approach. The primary data source is
the book Qirā’ah Mubādalah by Faqihuddin Abdul Kodir, while data collection is
conducted through documentation methods. Data are analyzed using a descriptive
analytical method by examining Q.S. Ali ‘Imran verse 14 through the mubādalah
perspective. The findings indicate that, in the context of OGBV, women who become
victims cannot be positioned as sources of temptation or as causes of violence due to
their perceived charm or attractiveness. The mubādalah perspective affirms that both
women and men equally possess the potential to be sources of attraction to one another.
Therefore, restricting women’s mobility under the pretext of preventing violence cannot
be justified, especially when men are allowed freedom without corresponding moral
responsibility. Justice is instead realized through mutual restraint, vigilance, and shared
responsibility to prevent violence against anyone and by anyone.

 

Abstrak: Maraknya kekerasan berbasis gender di ruang digital menunjukkan bahwa
perempuan masih menjadi kelompok yang paling rentan menjadi korban. Ironisnya,
korban yang seharusnya memperoleh perlindungan justru kerap menghadapi stigma
sosial, mengalami praktik menyalahkan korban, serta diposisikan secara tidak adil
seolah memiliki tanggung jawab atas tindakan pelaku. Fenomena ini menegaskan
kuatnya budaya victim blaming dan masih lemahnya perspektif keadilan serta
perlindungan korban dalam penanganan kekerasan berbasis gender online (KBGO).
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library
research). Sumber data primer yang digunakan adalah buku Qirā’ah Mubādalah karya
Faqihuddin Abdul Kodir, sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui metode
dokumentasi. Analisis data menggunakan metode deskriptif-analitis dengan menelaah
QS. Ali ‘Imran ayat 14 melalui perspektif mubādalah. Hasil analisis menunjukkan
bahwa dalam konteks KBGO, perempuan yang menjadi korban tidak dapat diposisikan
sebagai sumber fitnah atau penyebab terjadinya kekerasan karena pesona atau daya tarik
yang dimilikinya. Perspektif mubādalah menegaskan bahwa baik perempuan maupun
laki-laki sama-sama memiliki potensi fitnah yang dapat saling memikat. Oleh karena
itu, pembatasan ruang gerak perempuan dengan dalih pencegahan kekerasan tidak dapat
dibenarkan, sementara laki-laki dibiarkan bebas tanpa tanggung jawab moral. Keadilan
justru terwujud melalui prinsip saling menjaga, saling waspada, dan saling bertanggung
jawab untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap siapa pun dan dari siapa pun.

References

Abdullah. “Gahdldl Al-Basar Menurut Pandangan Para Mufasir (Dari Masa Klasik,

Pertengahan, Hingga Kontemporer).” Skripsi Sarjana, Fakultas Ushuluddin

Adab dan Humaniora, IAIN Jember, 2017

Adkiras, Fadilah.Zubarita, Fatma Reza. dan Maharani Fauzi, Zihan Tasha. “Kontruksi

Pengaturan Kekerasan Berbasis Gender Online di Indonesia”, LEX Renaissan 6,

no. 4, (2022).

Al-Baqi, Muhammad Fuad ’Abd. Al-Mu’jam al-Mufahras Li Alfaz Al-Qur’an al-Karim.

Kairo: Dar Al-Hadis, n.d.

Al-Isfahani. Murodāt Alfāẓ Al-Qur’an. Damaskus: Dar Al-Qalam, 2009.

Al-Syaukani, Muhammad bin Ali. Fath Al-Qadir. Beirut: Dar Al-Kalam Al-Tayyib,

1414.

Anna, Sakinatunnafsih, et al. “Resolusi Konflik Terhadap Kasus Kekerasan Berbasis

Gender Online (KBGO) di Indonesia Pada Masa Pandemi Covid 19”, Jurnal

Kewarganegaraan 7, no. 1, (2023).

Ayuni, Fitri. “Analisis Penafsiran (Surah Ali Imran Ayat 14) Dalam Perspektif Qira’ah

Mubadalah.” Skripsi Sarjana, Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora, UIN

Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, 2023.

Baalbaki, Rohi. Al-Mawrid. Beirut: Dar Al-Ilmi Lilmalayin, 1995.

Faradilla, Aisyah, Sugeng Wanto, and Muhammad Faisal. “Pencegahan Tindakan

Catcalling Terhadap Wanita (Implementasi QS. An- Nur Ayat 30-31 Perspektif

Tafsir Al-Munir).” Tashdiq 7, no. 4 (2024).

Hamka. Tafsir Al-Azhar. Singapura: Pustaka Nasional PTE LTD, n.d.

Hikmawati, Puteri. “Pengaturan Kekerasan Berbasis Gender Online: Perspektif Ius

Constitutum dan Ius Constituendum,” Jurnal Negara Hukum 12, no. 1 (2021).

Ibrahim, Lukman Maulana. “Makna Syahwat Dan Nafs Dalam Al-Qur’an (Analisis

Semantik Tosihiko Izutsu).” Skripsi Sarjana, Fakultas Ushuluddin dan

Humaniora, UIN Walisongo Semarang, 2023.

Ilham, Dicky Mohammad, Aep Saepudin, and Eko Surbiantoro. “Pendidikan Dari Al

Quran Surat An-Nur Ayat 30-31 Tentang Perintah Menjaga Pandangan

Terhadap Pendidikan Akhlak.” Islamic Education 2, no. 2 (2022).

Kodir, Faqihuddin Abdul. Qira’ah Mubadalah. Yogyakarta: IRCiSoD, 2019.

Manzur, Ibn. Lisan Al-‘Arab. Kairo: Dar Al-Ma’arif, t.t.

Mustafa, Ibrahim. Al-Mu’jam al-Wasiṭ. Mesir: Maktabah Al-Syuruq Al-Dauliyyah,

2004.

Nursyafia, Muhammad Amirulloh, dan Helitha Novianty Muchtar, “Kekerasan Berbasis

Gender Online (KBGO) Dalam Game Online Menurut Hukum di Indonesia

Serta Perbandingan Dengan Negara Lain”, Jurnal Pendidikan Tambusai 7, no. 1,

(2023).

Pane, Ulya Hikmah Sitorus. “Syahwat Dalam Al-Qur’an.” Kontemplasi 4, no. 2 (2016).

Ruslinia, Anggi. Aifa, Assifa Aulia. Dan Triantama, Febbry. “Analisis Aktor Non

Negara dan Ketahanan Psikologi: Studia Kasus Kekerasan Berbasis Gender

Online (KBGO)”, Jurnal Ketahanan Nasional 29, no. 2, (2023).

Samosir, Catherine Patricia. “Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) dan Cara

Mendukung Korban: Analisis Konten Film Like dan Share,” Jurnal PIKMA:

Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Sinema 6, no. 1 (2023).

Shihab, M. Quraish. Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan, Dan Keserasian Al-Qur’an.

Ciputat: Lentera Hati, 2012.

Shodiq, Shubhan. KBGO Dalam Perspektif Hukum Positif dan Hukum Islam. Ciputat

Timur: YPM (Young Progressive Muslim), t.t.

Syamsir, Syamsiar. Aisyah, Siti. “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Kekerasan Gender

Berbasis Online”, Hautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab 3,

no. 1, (2022).

Wuri, Dewi Kartika, dan Fauziah Muslimah, “Model Kampanye Anti Kekerasan

Seksual Media Sosial Instagram oleh SAFEnet”, Relations: Journal of Media

Studies and Public Relations 1, no. 2, (2024).

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Maulydiah, H., Nafisyah , T., El-Haq, M. K., & Huda, A. N. (2025). Rekonstruksi Pemahaman Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) Melalui Qirā’ah Mubādalah Analisis Q.S Ali ‘Imran 14 . QURANICUM: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 2(2), 211–225. https://doi.org/10.22373/quranicum.v2i2.8304

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.