Pemanfaatan Potensi Wisata Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Gampong Aneuk Laot Kecamatan Sukakarya Kota Sabang
Keywords:
Tourism Potential, Community Welfare, Aneuk Laot VillageAbstract
This study examines the utilization of tourism potential in enhancing community welfare in Aneuk Laot Village, Sukakarya District, Sabang City. The village possesses diverse tourism assets, including natural resources such as Aneuk Laot Lake and forest areas, historical remnants from the Japanese colonial period, and creative economic activities managed through the Tourism Awareness Group (Pokdarwis). A qualitative approach was employed, with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that tourism potential is utilized through a collaborative governance model involving local government, village authorities, and community members. Key strategies include structured tourism area management, institutional strengthening of Pokdarwis, development of local culinary enterprises, experience-based tourism activities, and cultural events, while maintaining the ecological sustainability of Aneuk Laot Lake as a primary water resource. The study highlights that tourism development has contributed to increased community participation, diversified income sources, and improved environmental and cultural awareness. However, challenges persist, particularly the seasonal dependency on tourist arrivals, unequal distribution of economic benefits, and limitations in infrastructure and human resource capacity. These findings underscore the need for sustainable, inclusive, and community-based tourism management to ensure long-term socio-economic benefits.
References
Adi, I. R. (2013). Intervensi komunitas dan pengembangan masyarakat sebagai upaya
pemberdayaan masyarakat. Jakarta: Rajawali Pers.
Aisyah, U., dkk. (2021). Partisipasi masyarakat petani di sekitar Danau Beratan dalam
konservasi sumber daya air. Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha, 9(3).
Inskeep, E. (1991). Tourism planning: An integrated and sustainable development approach.
New York: Van Nostrand Reinhold.
Mintayu, A. R. (2018). Dampak pariwisata terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat pelaku
usaha di kawasan wisata Pantai Gemah Kabupaten Tulungagung (Skripsi). Universitas PGRI
Kediri.
Pitana, I. G., & Gayatri, P. G. (2005). Sosiologi pariwisata. Yogyakarta: Andi Offset.
Purwoko, R. M. (2021). Panglima danau sebagai model pengelolaan sumber daya
berkelanjutan berbasis kearifan lokal di Danau Aneuk Laot. Jurnal Kebijakan Perikanan
Indonesia, 13(1), 11.
Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.
Resnawaty, R., & Sidiq, A. J. (2017). Pengembangan desa wisata berbasis partisipasi
masyarakat lokal di Desa Wisata Linggarjati Kuningan, Jawa Barat. Prosiding Penelitian dan
Pengabdian kepada Masyarakat, 4(1).
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suharto, E. (2014). Membangun masyarakat memberdayakan rakyat. Bandung: Refika
Aditama.
Sunaryo, B. (2013). Kebijakan pembangunan destinasi pariwisata: Konsep dan aplikasinya di
Indonesia. Yogyakarta: Gava Media.
Suwantoro, G. (2004). Dasar-dasar pariwisata. Yogyakarta: Andi.
Yulianti, D. (2020). Dampak pengembangan pariwisata terhadap kesejahteraan masyarakat
(Studi kasus pada masyarakat pelaku usaha di sekitar objek wisata Pantai Tanjung Setia)
(Skripsi). IAIN Metro.
Yoeti, O. A. (1996). Pengantar ilmu pariwisata. Bandung: Angkasa.
Erisanti, E. A. (2022). Pemanfaatan potensi lokal dalam meningkatkan kesejahteraan
masyarakat di Desa Wisata Tampomas Kabupaten Banjarnegara (Skripsi). UIN Sunan
Kalijaga.
Rita, S. (2023). Peran destinasi wisata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal
(Skripsi). UIN Mataram.











