PENETAPAN WALI ‘ADHAL DI MAHKAMAH SYAR’IYAH BANDA ACEH TAHUN 2024-2025 PERSPEKTIF MAQASHID AL-SYARI’AH

Authors

  • Siti Hayatun Nufus Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
  • Soraya Devy Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
  • Badrul Munir Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Keywords:

Wali ‘Adhal, Mahkamah Syar’iyah, Maqashid Al-Syari‘ah, Perlindungan Perempuan.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hakim Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh dalam menetapkan status wali ‘aḍhal serta meninjau implementasi prinsip Maqāṣid al-Syarī‘ah dalam penetapan tersebut sebagai respon terhadap fenomena penolakan wali atas dasar alasan non-syar’i. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis yuridis-empiris melalui analisis terhadap empat penetapan periode 2024–2025 serta wawancara dengan Wakil Ketua Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menetapkan status ‘aḍhal, hakim melakukan integrasi bukti formal berupa formulir N7 serta bukti materiil melalui pemeriksaan saksi dan bukti elektronik untuk membuktikan adanya kesewenang-wenangan (tahakkum) wali nasab. Hakim secara konsisten mematahkan alasan penolakan yang bersifat non-syar’i seperti beban biaya adat, perbedaan status sosial-ekonomi, hingga sentimen pribadi pascaperceraian sebagaimana alasan dalam empat penetapan karena dinilai menghalangi hak asasi perempuan untuk membentuk keluarga. Dalam perspektif Maqāṣid al-Syarī‘ah, hakim bertindak sebagai Wali al-Amri yang menerapkan kaidah dar’ul mafāṣid muqaddamun ‘alā jalbil maṣāliḥ melalui perlindungan terhadap agama (ḥifẓ al-dīn), jiwa (ḥifẓ al-nafs), dan keturunan (ḥifẓ al-nasl). Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa penetapan wali ‘aḍhal bukan sekadar prosedur formal, melainkan instrumen perlindungan kedaulatan perempuan yang selaras dengan nilai keadilan universal Islam.

References

Abidin, Slamet, dan Aminuddin. (1999). Fiqih Munakahat. Bandung: Pustaka Setia.

Al-Ghazali, Abu Hamid. (1993). Al-Mustasfa min ‘Ilm al-Usul. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.

Al-Habsy, Muhammad Bagir. (2022). Fikih Praktis. Jakarta: Mizan.

Al-Juwayni, Imam al-Haramayn. (1997). Al-Ghiyathi. Mesir: Matba’ah al-Ahram.

Al-Nawawi, Yahya bin Syaraf. (1991). Raudhat al-Thalibin. Beirut: Al-Maktab al-Islami.

Al-Shatibi, Ibrahim bin Musa. (2004). Al-Muwafaqat fi Usul al-Shari’ah. Beirut: Dar al-Ma’rifah.

Al-Zuhayli, Wahbah. (2008). Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Juz 9. Damaskus: Dar al-Fikr.

Auda, Jasser. (2008). Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. London: IIIT.

Daly, Peunoh. (1988). Hukum Perkawinan Islam. Jakarta: Bulan Bintang.

Devy, Soraya. (2017). Wali Nikah: Urutan dan Kewenangannya dalam Perspektif Imam Mazhab. Aceh Besar: Sahifah bekerja sama dengan Prodi Hukum Keluarga FSH UIN Ar-Raniry.

Ibn ‘Ashur, Muhammad al-Tahir. (2001). Maqasid al-Shari’ah al-Islamiyyah. Tunisia: Dar al-Nafais.

Ibn Manzur, Muhammad bin Mukrim. (t.th.). Lisan al-Arab. Beirut: Dar Sadir.

Ibn Qudamah, Muwaffaq al-Din. (1997). Al-Mughni. Riyadh: Dar ‘Alam al-Kutub.

Manan, Abdul. (2006). Aneka Masalah Hukum Perdata Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana.

Manan, Abdul. (2021). Hukum Acara Perdata dalam Lingkungan Peradilan Agama. Jakarta: Kencana.

Mardani. (2017). Hukum Perkawinan Islam di Dunia Islam Modern. Jakarta: Graha Ilmu.

Marzuki, Peter Mahmud. (2017). Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana.

Mertokusumo, Sudikno. (2006). Hukum Acara Perdata Indonesia. Yogyakarta: Liberty.

Mugniyah, Muhammad Jawad. (1994). Fiqih Lima Mazhab. Jakarta: Lentera.

Sabiq, Sayyid. (1990). Fikih Sunnah. Jilid 2. Jakarta: Cakrawala.

Soekanto, Soerjono. (2014). Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: UI Press.

Suma, Muhammad Amin. (2005). Hukum Keluarga Islam di Dunia Islam. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Fitria, N., Ibrahim, M., & Handayani, S. (2023). "Sosiologi Hukum Perkara Wali Adhal: Studi Kasus Penolakan Wali." Jurnal Riset Hukum.

Wahyono, T., Wibowo, A., & Baehaqi, A. (2024). "Reinterpretasi QS. Al-Baqarah 232 dalam Konteks Wali Adhal." Jurnal Studi Al-Qur'an.

Arsip Perkara Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh Tahun 2023–2025.

Indonesia. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Instruksi Presiden No. 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam.

Mahkamah Agung RI. (2013). Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Administrasi Peradilan Agama (Buku II). Jakarta: Mahkamah Agung RI.

Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh. (2024). Penetapan Nomor 153/Pdt.P/2024/MS.Bna.

Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh. (2024). Penetapan Nomor 263/Pdt.P/2024/MS.Bna.

Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh. (2024). Penetapan Nomor 293/Pdt.P/2024/MS.Bna.

Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh. (2025). Penetapan Nomor 142/Pdt.P/2025/MS.Bna.

Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan.

Wawancara dengan Wakil Ketua Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh pada 16 Desember 2025 pukul 09:00.

Downloads

Published

2026-03-10

How to Cite

Siti Hayatun Nufus, Soraya Devy, & Badrul Munir. (2026). PENETAPAN WALI ‘ADHAL DI MAHKAMAH SYAR’IYAH BANDA ACEH TAHUN 2024-2025 PERSPEKTIF MAQASHID AL-SYARI’AH . AHKAMUL USRAH: Jurnal S2 Hukum Keluarga Dan Peradilan Islam, 5(2). Retrieved from https://journal.ar-raniry.ac.id/index.php/ahkamulusrah/article/view/9854