Integrasi Maqāṣid Syarī‘ah dalam Putusan Cerai Gugat karena Penelantaran Nafkah di Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh

Authors

  • Budria Nafis Pascasarjana Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Keywords:

Penelantaran Nafkah, Cerai Gugat, Mahkamah Syar’iyah,, maqāṣid Syarī‘ah.

Abstract

Penelantaran nafkah merupakan salah satu alasan utama pengajuan cerai gugat di lingkungan Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh. Kewajiban nafkah yang secara normatif dibebankan kepada suami, baik dalam hukum Islam maupun hukum positif Indonesia, dalam praktik sering diabaikan sehingga berdampak pada penderitaan ekonomi, psikologis, dan sosial bagi istri serta anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penelantaran nafkah sebagai alasan cerai gugat serta menelaah pertimbangan hakim Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh dalam memutus perkara tersebut ditinjau dari perspektif maqāṣid al-syarī‘ah. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan metode kualitatif. Data diperoleh melalui analisis terhadap dua putusan Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh, yaitu Putusan Nomor 1/Pdt.G/2025/MS.Bna dan Putusan Nomor 124/Pdt.G/2025/MS.Bna, yang didukung oleh wawancara dengan aparat peradilan serta studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan dan literatur hukum Islam. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menelaah fakta hukum, alat bukti, serta pola pertimbangan hakim dalam perkara cerai gugat akibat penelantaran nafkah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelantaran nafkah tidak hanya berbentuk ketiadaan pemberian nafkah materiil, tetapi juga mencakup ketidakjujuran ekonomi, penyalahgunaan harta keluarga, absennya tanggung jawab moral, serta ditinggalkannya istri dan anak dalam jangka waktu yang lama. Majelis Hakim pada umumnya telah mempertimbangkan aspek yuridis dan faktual secara memadai serta menggunakan kaidah fikih dar’u al-mafāsid muqaddam ‘alā jalb al-maṣāliḥ sebagai dasar pengabulan cerai gugat. Namun demikian, pertimbangan maqāṣid al-syarī‘ah dalam putusan masih bersifat implisit dan belum dirumuskan secara eksplisit sebagai kerangka penalaran hukum. Penelitian ini menegaskan pentingnya eksplisitasi maqāṣid al-syarī‘ah dalam pertimbangan hakim guna memperkuat keadilan substantif dan perlindungan hak istri dalam perkara cerai gugat.

References

Adiem, M., Yaqin, H., Wahib, M., & Islamy, A. (2022). Dimensi Maqasid Syariah dalam Putusan Hakim Atas Perkara Cerai Gugat di Pengadilan Agama Jayapura. Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Hukum, 20(2), 197–211. https://doi.org/10.32694/qst.v20i2.2373

Bireun, M. S. (n.d.). Sejarah Mahkamah Syar’iyah Bireuen. 15. https://ms-bireuen.go.id/sejarah-mahkamah-syariyah-bireuen/

Nasution, A. Y., & Jazuli, M. (2020). Nilai Nafkah Istri Dalam Pandangan Ulama Klasik Dan Kontemporer. Teraju, 2(02), 161–174. https://doi.org/10.35961/teraju.v2i02.164

Nurwahid, A., Sulaksono, T. P., & Kurniasih, Y. (2020). Konsep Nusyȗz Menurut Hukum Islam Berkesetaraan Gender. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 2(2), 130–138. https://doi.org/10.31004/jpdk.v2i1.848

Putusan, D., Agung, M., Indonesia, R., Keadilan, D., Ketuhanan, B., Maha, Y., & Hasyim, A. (2025). hk am ep u ah ah k ep m ub ka ah ep h ik In d es In do ne ng ub lik In do ne si a ng hk am ep u ah k ng m ka ah ep ub h ik In d es In do ub lik In do.

Putusan, D., Agung, M., Indonesia, R., Syar, M., & Banda, I. (2025). hk am ep u ah gu am ah k ep gu ng m ka ep ub lik ik In d on ng es In do ne ub lik In do ne si a ng hk am ep u am ah k ng ka ah ep ub lik h ik In d es In do ub lik In do.

Sutrisna, Neneng hasanah, Arlinta P.D, Ikhwan nugraha, & Ali Mutakin. (2020). Panorama_Maqashid_Syariah (biografi imam).

Syihab, M. B. (2023). Telaah Kritis Pemikiran Jasser Auda dalam Buku “Maqasid Al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach.” AN NUR: Jurnal Studi Islam, 15(1), 114–136. https://doi.org/10.37252/annur.v15i1.455

Downloads

Published

2026-03-09

How to Cite

Budria Nafis. (2026). Integrasi Maqāṣid Syarī‘ah dalam Putusan Cerai Gugat karena Penelantaran Nafkah di Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh. AHKAMUL USRAH: Jurnal S2 Hukum Keluarga Dan Peradilan Islam, 5(1). Retrieved from https://journal.ar-raniry.ac.id/index.php/ahkamulusrah/article/view/9847