THE FUNCTION OF THE ITHLA ORGANIZATION IN THE DEVELOPMENT OF ARABIC LANGUAGE LEARNING IN STUDENTS

Authors

  • Isnaini aprilia Nur Amin Universitas Islam Negeri Palangkaraya
  • Aulia Mustika Ilmiani Universitas Islam Negeri Palangkaraya, Indonesia
  • Marsiah Universitas Islam Negeri Palangkaraya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22373/maqalah.v7i1.9815

Keywords:

Function, Organization, ITHLA, Arabic language learning, Language development.

Abstract

Organisasi ITHLA (Ittihadu Thalabah al-Lughah al-'Arabiyyah) berfungsi sebagai forum strategis dalam mendukung pengembangan kompetensi akademik dan non-akademik siswa melalui berbagai kegiatan bahasa terstruktur yang memfasilitasi penguatan kemampuan berbahasa siswa sekaligus membangun lingkungan belajar yang mendukung praktik berbahasa secara berkelanjutan. Peneliti melihat bahwa fungsi organisasi ITHLA dapat berkontribusi pada pengembangan pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk: Pertama , mendeskripsikan fungsi organisasi ITHLA dalam mendukung pengembangan pembelajaran bahasa Arab pada siswa. Kedua , mendeskripsikan hambatan-hambatan yang dihadapi organisasi ITHLA dalam melaksanakan kegiatannya. Ketiga , mendeskripsikan upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh organisasi ITHLA dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe fenomenologi. Subjek penelitian adalah ketua umum ITHLA dan empat informan tambahan yang dipilih secara purposif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Validasi data menggunakan teknik triangulasi dan sumber. Analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian tentang perumusan masalah pertama menunjukkan bahwa Organisasi ITHLA memiliki tiga fungsi dalam pengembangan pembelajaran bahasa Arab; Pertama, fungsi pendidikan , yang dapat dilihat dari kegiatan bahasa, seperti seminar internasional dan Kamp Bahasa Arab. Kedua, fungsi akademik yang dapat dilihat dari kompetisi bahasa, seperti debat, khitobah, kuis qiraat, infografis, dan film pendek. Ketiga, fungsi praktis yang dapat dilihat dari seluruh rangkaian kegiatan di kamp bahasa Arab yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempraktikkan penggunaan bahasa Arab secara langsung, dan membentuk lingkungan berbahasa Arab. Dalam perumusan masalah kedua, terlihat bahwa terdapat hambatan yang disebabkan oleh beberapa faktor; Pertama, faktor internal, hambatan ini dapat dilihat dari keterbatasan waktu pelaksanaan, kurangnya tingkat aktivitas, konsistensi kehadiran peserta, dan kelelahan yang dialami peserta. Kurangnya anggota aktif yang tidak merata dan keterbatasan dana. Dua faktor eksternal , hambatan ini terlihat dari gangguan jaringan internet dalam kegiatan berbasis daring. Dalam perumusan masalah ketiga, terlihat bahwa dalam upaya mengatasi hambatan yang muncul, organisasi menerapkan strategi adaptif melalui penyusunan jadwal yang lebih fleksibel, serta penyediaan alternatif teknis seperti jaringan cadangan. Peningkatan keaktifan dan disiplin dilakukan melalui pendekatan persuasif, pendampingan, dan koordinasi intensif. 

References

Al-Garni, S. A., & Almuhammadi, A. H. (2019). The effect of using communicative language teaching activities on EFL students’ speaking skills at the University of Jeddah. English Language Teaching, 12(6), 72–86. https://eric.ed.gov/?id=EJ1215829

Amadi, A. S. M., Hasan, S., Rifanto, N. A., Wildan, M., Afifah, N. Q., & Nisak, N. M. (2023). Upaya pemerintah dalam menjamin hak pendidikan untuk seluruh masyarakat di Indonesia: Sebuah fakta yang signifikan. Educatio, 18(1), 161–171. https://doi.org/10.29408/edc.v18i1.14798

Amir, A., & Romadhon, M. (2020). Peran organisasi mahasiswa bahasa Arab dalam pengembangan kompetensi mahasiswa.

Aziza, L. F., & Muliansyah, A. (2020). Keterampilan berbahasa Arab dengan pendekatan komprehensif. El-Tsaqafah, 19(1), 56–71. https://doi.org/10.20414/tsaqafah.v19i1.2344

Canale, M., & Swain, M. (1980). Theoretical bases of communicative approaches to second language teaching and testing. Applied Linguistics, 1(1), 1–47. https://doi.org/10.1093/applin/1.1.1

Cao, Y. K. (2014). A sociocognitive perspective on second language classroom willingness to communicate. TESOL Quarterly, 48(4), 789–814. https://doi.org/10.1002/tesq.155

Crawshaw, J. R., & Game, A. (2015). The role of line managers in employee career management: An attachment theory perspective. The International Journal of Human Resource Management, 26(9), 1182–1203. https://doi.org/10.1080/09585192.2014.934886

Cropanzano, R., & Lehman, M. (2023). What Henri Fayol couldn’t know: Managing gig workers in the new economy. Organizational Dynamics, 52(4), 101010. https://doi.org/10.1016/j.orgdyn.2023.101010

Dwivedi, Y. K., Hughes, D. L., Coombs, C., Constantiou, I., Duan, Y., Edwards, J. S., Gupta, B., Lal, B., Misra, S., Prashant, P., Raman, R., Rana, N. P., Sharma, S. K., & Upadhyay, N. (2020). Impact of COVID-19 pandemic on information management research and practice: Transforming education, work and life. International Journal of Information Management, 55, 102211. https://doi.org/10.1016/j.ijinfomgt.2020.102211

Ellis, R. (2008). The study of second language acquisition (2nd ed.). Oxford University Press.

Hendra, F. (2018). Peran organisasi mahasiswa dalam meningkatkan mutu pembelajaran keterampilan berbahasa Arab. Arabiyat, 5(1), 103–120. https://doi.org/10.15408/a.v5i1.7480

Hymes, D. (1972). On communicative competence. In J. B. Pride & J. Holmes (Eds.), Sociolinguistics (pp. 269–293). Penguin.

Khasanah, N. (2016). Pembelajaran bahasa Arab sebagai bahasa kedua. An-Nidzam, 3(2), 39–54. https://doi.org/10.33507/an-nidzam.v3i2.16

Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice Hall.

Krashen, S. D. (1985). The input hypothesis: Issues and implications. Longman.

Littlewood, W. (2004). The task-based approach: Some questions and suggestions. ELT Journal, 58(4), 319–326. https://doi.org/10.1093/elt/58.4.319

López-Gopar, M. E., & Sughrua, W. M. (2023). Decolonizing ELT methods through critical thematic units. ELT Journal, 77(3), 305–315. https://doi.org/10.1093/elt/ccad012

Marsick, V. J., & Watkins, K. E. (2001). Informal and incidental learning. New Directions for Adult and Continuing Education, 2001(89), 25–34. https://doi.org/10.1002/ace.5

Mursyidan, M. G., Thohir, M., Nuzula, A. F., & Tuada, L. (2025). Revisiting Canale and Swain’s communicative competence: Contextual Arabic language learning. Al-Ittijah, 17(2), 134–147.

Nasra, M. A., & Heilbrunn, S. (2016). Transformational leadership and organizational citizenship behavior. Educational Management Administration & Leadership, 44(3), 380–396. https://doi.org/10.1177/1741143214549975

Nhut, N. M. (2021). Assessment of ITP learners’ English: A needs analysis. Journal of Language Teaching and Research, 12(5), 822–828. https://doi.org/10.17507/jltr.1205.22

Rakhmonova, R. (2025). Hutchinson and Waters’ ESP materials design model. Journal of Multidisciplinary Sciences and Innovations, 1(6), 119–124.

Ramadhan, B., & Ardiansyah, M. (2022). Peranan organisasi kemahasiswaan dalam pengembangan soft skills mahasiswa.

Rohman, A. (2022). Bahasa Arab dan problematika pembelajarannya. Sanaamul Quran, 3(1). https://doi.org/10.62096/sq.v3i1.26

Rosyid, M. F. (2020). Pengembangan bi’ah lughawiyyah oleh himpunan mahasiswa. Ta’lim al-‘Arabiyyah, 4(1), 25–40. https://doi.org/10.15575/jpba.v4i1.8185

Safitri, E. A., Sumardi, L., Fauzan, A., & Alqadri, B. (2023). Kontribusi himpunan mahasiswa dalam menumbuhkan tanggung jawab. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 8(1b), 532–538. https://doi.org/10.29303/jipp.v8i1b.1264

Setioso, M. (2024). Peran organisasi kemahasiswaan dalam meningkatkan keaktifan mahasiswa.

Shidqi, M. H., & Mudinillah, A. (2021). Pembelajaran bahasa Arab berbasis lingkungan. Journal of Education and Development. https://doi.org/10.37081/ed.v9i3.2807

Syaadah, R., Ary, M. H. A. A., Silitonga, N., & Rangkuty, S. F. (2023). Pendidikan formal, nonformal, dan informal. PEMA, 2(2), 125–131. https://doi.org/10.56832/pema.v2i2.298

Taufiq, M. A. (2020). Ta’tsir al-bi’ah al-lughawiyyah ‘ala ta’lim al-lughah al-‘Arabiyyah. Arabi, 5(2), 231–246. https://doi.org/10.24865/ajas.v5i2.185

Zaky, A., Ritonga, A. M., & Harahap, M. S. (2024). Model program pembelajaran bahasa Arab non-formal. Modeling, 11(2), 98–110. https://doi.org/10.69896/modeling.v11i2.2384

الناقة، م. ك. (2017). تعليم اللغة العربية للناطقين بلغات أخرى. جامعة أم القرى.

Downloads

Published

03-05-2026

How to Cite

Nur Amin, Isnaini aprilia, Aulia Mustika Ilmiani, and Marsiah. 2026. “THE FUNCTION OF THE ITHLA ORGANIZATION IN THE DEVELOPMENT OF ARABIC LANGUAGE LEARNING IN STUDENTS”. EL-MAQALAH : Journal of Arabic Language Teaching and Linguistics 7 (1):36-49. https://doi.org/10.22373/maqalah.v7i1.9815.