PINJAMAN EMAS PADA UPK AMANAH SYARIAH DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi di Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat)

Main Article Content

Mahdalena Nasrun
Bustamam Usman
Yana Ilham Sari

Abstract

Lembaga-lembaga yang bergerak dibidang permodalan memiliki sistem atau cara tersendiri dalam menyalurkan modal, seperti pada UPK Amanah Syariah yang merupakan lembaga pengelola kegiatan untuk mengatasi dan membantu dalam bidang ekonomi, dilakukan secara swadaya dalam mengembangkan kesejahteraan masyarakat. Permodalan yang diberikan dalam bentuk pinjaman atau hutang-piutang dengan objeknya emas. Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan UPK Amanah Syariah memberikan pinjaman dalam bentuk emas, penetapan bagi hasil dari tambahan jasa pinjaman dan bagaimana tinjauan ekonomi Islam terhadap pengelolaan bagi hasil dalam praktik pinjaman emas pada UPK Amanah Syariah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan melakukan wawancara dan dokumentasi, adapun metode analisis data adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini menyimpulkan pertama pertimbangan pemberian pinjaman dalam bentuk emas karena berdasarkan hasil musyawarah beberapa pihak yang menghasilkan konvensi dari UPK konvensional ke UPK Amanah Syariah untuk menghindari adanya riba. Kedua Jasa yang ditetapkan adalah 10% pertahun lebih rendah dari sebelumnya yaitu 18%. Praktik yang dilakukan pada saat ijab qabul menggunakan akad murabahah. Peminjaman dan pengembalian sesuai dengan emas pada akad.

Article Details

Section
Articles

References

Abdul Azhim Jalal Abu Zaid, Fikih Riba, Jakarta: Senayan Publishing, 2011.
Abdul Djamali, R, Hukum Islam Berdasarkan Ketentuan Kurikulum Konsorsium Ilmu Hukum, Bandung: Mandar Maju, 1997.
Abdul Mujid, M, Kamus Istilah Fikih, Jakarta: Pustaka Firdaus, 1995.
Abu Abdullah Muhammad Bin Yazidul Qazuyani,dan Majah Ismu Abi Yazid, Sunan Ibnu Majah, Tahkik: Sunan Ibnu Majah, Juz 7, Beirut: Jamiah Islamiah
Ahmad Wardi Muslich, Fikih Muamalat, Jakarta: Amzah, 2012.
Atang Abd Hakim, Fiqh Perbankan Syariah Transformasi Fiqh Muamalah ke dalam Peraturan Perundang-undangan, Bandung: Refika Aditama, 2011.
Farid Budiman, Karakteristik Akad Pembiayaan Al-Qardh Sebagai Akad Tabarru’,(Pengamat Hukum, 2013). Diakses melalui http://ejournal. uinar.ac.id/YDK/article/354.
Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsir, Jilid 1, Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi‟I, 2006.
Isnawati Rais, Fiqh Muamalah dan Aplikasinya pada Lembaga Keuangan Syariah, Jakarta:
Lembaga Penelitian UIN Syarif Hidayatullah, 2011.
Muhammad bin Ali Asy-Syaukani, Nayl Al-Authar, juz 5, Dar Al-Fikr.
Muhammad Syafi‟i Antonia, Bank Syariah: Dari Teori dan Praktik, Jakarta: Gema Insani Press, 2001.
Nasroen Haroen, Fiqh Muamalah, Jakarta: Sisma Digimedia, 2007.
Quraish Shihab, M, Tafsir al-Mishbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Quran Vol. 1, Jakarta:Lentera Hati, 2003.
Rachmat Syafei, Fikih Muamalah, Bandung: Pustaka Setia, 2012.
Rozalinda, Fikih Ekonomi Syariah, Jakarta; Rajawali Pers, 2016.
Sayyid Sabiq, Fiqh Sunnah, Jakarta: Pena Pundi Aksara, 2008.
Salim, Hukum Kontrak: Teori dan Tekhnik Penyusunan Kontrak, Jakarta: Sinar Grafika, 2003.
Subekti, R, dan R. Tjitrosudibio, Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Jakarta: Pradnya Paramita, 2013.
Sulaiman Al-Faifi, Ringkasan Fikih Islam, Solo: Aqwam, 2010.
Sulaiman Bin Asy‟ast Bin Syidad Bin A‟mru, Sunan Abu Daud, (Jamiah Islami), Sunan Abi Dawud (13/289, no. 4925).
Sutan Remi Sjahdeini, Perbankan Islam dan Kedudukannya dalam Tata Hukum Perbankan Indonesia, Jakarta: Pustaka Umum Grafiti, 2007.
Wahbah az-Zuhaili, Fikih Islam, Jakarta: Gema Insani, 2011.
-------, Al-Fiqh Al-Islamy wa Adillatuh, juz 4, Damaskus: Dar Al-Fikr, 1989.
Yazid Afandi, M, Fikih Muamalah dan Implementasi dalam Lembaga Keuangan Syari’ah, Yoqyakarta: Longung Pustaka, 2009.
Zainuddin Ali, Hukum Gadai Syariah, Jakarta: Sinar Grafika, 2008.
Zaenul Arifin, Memahami Bank Syariah: Lingkup, Ruang, Tantangan dan Prospek, Cet 1, Jakarta: Alvabeta, 2000.