Sintesis dan Karakterisasi Biodiesel dari Minyak Jelantah Rumah Tangga sebagai Sumber Energi Terbarukan Ramah Lingkungan

Authors

  • Utari Rahmatillah Program Studi Teknik Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Ar-Raniry Banda Aceh
  • Qhusay Riski Ramadhan Program Studi Teknik Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Ar-Raniry Banda Aceh
  • Furqan Hamid Akbari Program Studi Teknik Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Ar-Raniry Banda Aceh
  • Sri Nengsih a:1:{s:5:"en_US";s:24:"UIN Ar-Raniry Banda Aceh";}

DOI:

https://doi.org/10.22373/juritika.v1i2.9331

Keywords:

Biodiesel, minyak jelantah, energi terbarukan

Abstract

Minyak jelantah merupakan salah satu limbah dapur yang dihasilkan dari aktivitas memasak, khususnya proses penggorengan makanan seperti ikan dan telur. Pada umumnya, minyak jelantah di tingkat rumah tangga masih sering dibuang secara sembarangan, sehingga berpotensi mencemari lingkungan, baik tanah maupun perairan. Padahal, minyak jelantah masih memiliki kandungan asam lemak yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi biodiesel dari minyak jelantah rumah tangga serta mengevaluasi karakteristik dan kualitasnya berdasarkan standar nasional Indonesia (SNI). Bahan baku yang digunakan adalah minyak goreng bekas hasil penggorengan ikan dan telur. Proses pembuatan biodiesel dilakukan melalui metode transesterifikasi menggunakan metanol sebagai alkohol pereaksi dan natrium hidroksida (NaOH) sebagai katalis. Sebanyak 3 gram NaOH dilarutkan dalam 200 mL metanol untuk setiap 1 liter minyak jelantah. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan dan penyaringan minyak jelantah, pemanasan awal, pembuatan larutan katalis, proses transesterifikasi, pemisahan biodiesel dan gliserol, serta pencucian dan pengeringan biodiesel. Hasil karakterisasi FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi ester yang dominan, menandakan minyak jelantah berhasil dikonversi menjadi biodiesel. Uji nyala menunjukkan api kuning yang stabil tanpa asap hitam yang signifikan. Nilai viskositas biodiesel sebesar 3,00 mPa·s dan densitas sebesar 0,87834 g/cm³ masih berada dalam rentang standar SNI. Dengan demikian, biodiesel dari minyak jelantah rumah tangga berpotensi menjadi sumber energi baru dan terbarukan yang ramah lingkungan.

References

Alamsyah, R., & Kalla, R. (2017). Produksi biodiesel dari minyak jelantah dengan metode transesterifikasi. Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 6(2), 45–52.

Choe, E., & Min, D. B. (2007). Chemistry of deep-fat frying oils. Journal of Food Science, 72(5), R77–R86.

Damayanti, A., Prasetyo, A., & Nugroho, A. (2020). Potensi minyak jelantah sebagai bahan baku biodiesel dalam mendukung energi berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Energi Baru dan Terbarukan, 1(3), 101–110.

Gui, M. M., Lee, K. T., & Bhatia, S. (2008). Feasibility of edible oil vs. non-edible oil vs. waste edible oil as biodiesel feedstock. Energy, 33(11), 1646–1653.

Gultom, E. M., Siregar, H., & Nasution, R. (2022). Tingkat kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah minyak jelantah rumah tangga. Jurnal Ilmu Lingkungan, 20(2), 356–364.

Hadrah, H., Rachman, A., & Yusuf, M. (2018). Karakterisasi biodiesel dari minyak jelantah menggunakan katalis basa. Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan, 13(1), 12–19.

Knothe, G., Van Gerpen, J., & Krahl, J. (2005). The biodiesel handbook. AOCS Press.

Laili, R., Susanto, H., & Prasetyo, E. (2020). Pengaruh proses bleaching dan temperatur reaksi terhadap rendemen biodiesel dari minyak jelantah. Jurnal Teknologi Informasi dan Industri, 7(1), 23–30.

Mittelbach, M., & Remschmidt, C. (2004). Biodiesel: The comprehensive handbook. Martin Mittelbach Publisher.

Mulyaningsih, T., & Hermawati, E. (2023). Edukasi pengelolaan minyak jelantah sebagai upaya pengurangan pencemaran lingkungan. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 55–62.

Ramadhani, D. R., Putra, A., & Fadhilah, N. (2021). Optimasi waktu reaksi dan konsentrasi katalis pada pembuatan biodiesel dari minyak jelantah. Open Journal Unimal, 5(2), 89–97.

Rosidah, C., Aeni, A. R., Fadhillah, G. N, Yuliasari, F., Fahriani, V. P. (2025) Pengaruh Variasi Waktu Transesterifikasi dan Konsentrasi Katalis Terhadap Karakteristik Sifat Fisik Biodiesel Berbahan Minyak Jelantah. J-TETA: Jurnal Teknik Terapan, 4(2), 87-94.

Rumaisa, A., Fitriani, L., & Yuniarti, D. (2019). Dampak pembuangan minyak jelantah terhadap kualitas lingkungan perairan. Jurnal Teknik Lingkungan, 25(3), 211–219.

Siregar, M. A., Harahap, F., & Lubis, A. (2022). Inovasi proses transesterifikasi biodiesel berbasis minyak jelantah: Sebuah kajian literatur. Jurnal Teknik Industri dan Teknologi Informasi, 9(2), 134–145.

Downloads

Published

2025-12-31