Kemampuan Berhitung Melalui Metode Bermain Dakon (Congklak) Pada Siswa Kelompok B di RA Perwanida 01 Sukosewu Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar
Keywords:
Berhitung, Beramain Dakon, RA PerwanidaAbstract
erkembangan kemampuan bagi anak saat merespon pembicaraan dengan orang lain, mulai merangkak, berjalan, memegang benda, dan lain-lain merupakan sebuah proses dalam perkembangan anak saat merespon lingkungan di sekitar anak. Setiap anak memiliki perkembangan dan pertumbuhan yang berbeda dengan anak lainnya, ada yang lambat ada yang cepat. Sedangkan motorik merupakan gerakan badan atau tubuh secara sengaja dan terkendali dan terorganisir. Terdapat peningkatan hasil belajar siswa dan sekaligus menunjukan berkurangnya tingkat kesulitan kemampuan fisik dan motorik anak, ini dapat dilihat dari siklus I dimana perolehan nilai kemampuan anak yang belum mencapai ketuntasan belajar, hanya 10 siswa yang telah memperoleh nilai ≥ 76 atau 42%. Berdasarkan hasil observasi pada siklus I, guru dan siswa telah menerapkan tiga tahapan kegiatan pembelajaran, namun masih ada kekurangan yang berasal dari siswa. Diantaranya ada sebagian siswa yang kurang aktif dalam menerima pelajaran. Skor aktivitas siswa adalah 20 atau 41% dari skor maksimal 48. Melihat kekurangan yang masih ada serta hasil belajar siswa terhadap materi calistung pada tindakan siklus I belum memenuhi tolok ukur keberhasilan yang ditetapkan.
References
Abu Ahmadi. Ilmu Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta,1991), h.177
Agoes Dariyo, Psikologi Perkembangan Anak Tiga Tahun Pertama, (Bandung: PT. Refika Aditama, 2007).
Ahmad Susanto, Perkembangan Anak Usia Dini, (Jakarta: PT. Kencana, 2011).
Anggita, G. M., Mukarromah, S. B., & Ali, M. A. (2018). Eksistensi Permainan Tradisional Sebagai Warisan Budaya Bangsa. JOURNAL OF SPORT SCIENCE AND EDUCATION (JOSSAE), 3(2).
Boediono,ed., Standar Kompetensi Pendidikan Anak Usia Dini Taman Kanak-Kanak dan Raudhatul Athfal, (Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, 2003), h. 6
Buadanani, & Eliza, D. (2022). Perencanaan Pembelajaran Berbasis Permainan Tradisional Sebagai Implementasi Literasi Budaya Pada Anak Usia Dini. Generasi Emas Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 5, 41–50.
Desmita, Psikologi Perkembangan, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2013).
Edy Waspada, “Perbedaan pengaruh permainan tradisional dan latihan kecerdasan kinestetik terhadap kemampuan motorik dan kecerdasan emosional”, dalam TESIS, (Surakarta: Universitas Sebelas Maret), 2014.
Fauziah, A., Erawati, E., & Annisa, C. (2020). Engklek Gen 4 . 0 ( Studi Etnomatematika : Permainan Tradisional Engklek Sebagai Media Pembelajaran Matematika ). 3(1), 33–48. https://doi.org/10.30762/f.
Mansur, Pendidikan Anak Usia Dini dalam Islam, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar,2005), h.88
M. Athiyah Al Abrasy, at-Tarbiyah al-Islāmiyah wa Falasatuhā, (TTp: ’Isa al-Bābi al- Jalabī wa syirkāhu,1969), h. 163.
Syamsu Yusuf LN, Psikologi Perkembangan Anak & Remaja, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2014), h. 15








