The Implications Of The Change In The Age Limit Regulation On Child Marriage Practices In Sungai Rengit Village, Banyuasin Regency

Authors

  • Fadhilatul Ulya Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang
  • Arne Huzaimah Universitas Islam Negeri Raden Fatah
  • Rafida Ramelan Universitas Islam Negeri Raden Fatah

DOI:

https://doi.org/10.22373/hadhanah.v6i1.9619

Keywords:

Age Requirement, Legal Implications, Child Marriage

Abstract

Child marriage continues to occur in rural communities, including in Sungai Rengit Village, Talang Kelapa Subdistrict, Banyuasin Regency, despite the government’s enactment of the amendment to Law Number 16 of 2019, which raises the minimum legal age of marriage to 19 years for both men and women. While many studies discuss the normative aspects of child marriage, empirical research on the policy's effectiveness at the local rural level (law in action) remains limited. This study aims to analyze the implications of the change in the legal age of marriage and the factors contributing to the persistence of child marriage in the village. The research employs a juridical-empirical method with a qualitative approach through the collection of primary data in the form of interviews and documentation involving community members who engaged in early marriage, as well as secondary data derived from literature and statutory regulations. The findings indicate that the change in the age requirement has had positive impacts, including increased legal awareness among the community and a decline in the incidence of child marriage. However, early marriage continues to occur due to social and economic pressures, low levels of education, premarital pregnancy, unregistered marriages, limited legal literacy, insufficient knowledge of reproductive health, and the absence of institutions dedicated to the protection of women and children. These findings highlight the emergence of unintended policy consequences, namely an increase in unregistered marriages, and provide a theoretical contribution to the socio-legal literature regarding structural vulnerabilities in policy implementation in developing countries.

References

Abdul Fattah Nasution. Metode Penelitian Kualitatif. Medan: Harfa Creative, 2023.

Ahsandy Ramadhan Suardi, and Imanuddin Abil Fida. “Analisis Dampak Pernikahan Dini Terhadap Kehidupan Keluarga Di Desa Sumberkedawung Kecamatan Leces Kota Probolinggo.” USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam 4, no. 2 (2023): 156–167.

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani. Terjemah Bulughul Maram. Jakarta: Pustaka Amani, 2000.

Ali Sibra Malisi. “Pernikahan Dalam Islam.” Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, no. Seikat (2022).

Aulil Amri, Muhadi Khalidi, Efektivitas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Terhadap Pernikahan Di Bawah Umur, Jurnal Justisia, 6, no. 1 (2021).

Aulil Amri, Arifin Abdullah, Muhadi Khalidi, “Implementing Child Protection in Marriage Dispensation Rulings: A Case Study at the Mahkamah Syar’iyah Takengon," Jurisprudensi: Jurnal Ilmu Syariah, Perundang-Undangan Dan Ekonomi Islam, 17, no. 1 (2025): 409-426.

B. Rini Heryanti. “Implementasi Perubahan Kebijakan Batas Usia Perkawinan.” Jurnal Ius Constituedum 6, no. 2 (2021).

Beni Ahmad Saebani. Fiqih Munakahat 1. Jawa Barat: CV Pustaka Setia, 2018.

Cucu Solihan. Hukum Perkawinan Dalam Teori Dan Perkembangan. Cetakan Pe. Yogyakarta: Zahir Publishing, 2025.

Darmayanti Waluyo. Pengantar Kesehatan Reproduksi Wanita. Jawa Tengah: CV.Eureka Media Aksara, 2022.

Departemen Agama RI. Al-Qur’an Dan Terjemahnya (Al-Malik). Jakarta: Cv. Al-Hanan, 2009.

Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa, 2008.

Devita Savitri. “Pengertian Implikasi Dan Perbedaannya Dengan Dampak.” Detikcom.

Diana Dewi Sartika, Yulasteriyani, Nofiawaty. Perlindungan Hak-Hakk Perempuan Dan Anak Untuk Pembangunan Nasional Yang Berkelanjutan. Palembang: Wade Group National Publishing, 2022.

Dona Salwa, dkk. “Implikasi Perubahan Undang-Undang Perkawinan Mengenai Batas Usia Perkawinan Dalam Sistem Hukum Keluarga Di Indonesia.” Journal of Islamic and Law Studies 8, no. 1 (2024): 136–156.

Elfi Sahara, dkk. Harmonious Family (Upaya Membangun Keluarga Harmonis). Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2013.

Elsa Manora, dkk. “Efektivitas Pengaturan Batas Usia Perkawinan Di Kantor Urusan Agama Kota Palembang.” Jurnal Usroh 6, no. 1 (2022).

Fransiska Novita, dkk. Hukum Perlindungan Anak Dan Perempuan. Malang: Madza Media, 2021.

Handyani, Dwining. Dasar Kesehatan Reproduksi Dan Kesehatan Keluarga. Padang Pariaman: Lingkar Edykasi Indonesia, 2024.

Ika Lenaini. “Tenik Pengambilan Sampel Purposive Dan Snowball Sampling.” Jurnal Kajian, Penelitian & Pengembangan Pendidikan Sejarah 6, no. 1 (2021).

Itsaatul Lathifah. “Pencatatan Perkawinan : Melacak Akar Budaya Hukum Dan Respon Masyarakat Indonesia Terhadap Pencatatan Perkawinan.” Al-Mazahib 3 (2015).

Jimly Asshiddiqie. Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Medan: Sekretariat Jendral dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitudi RI, 2006.

Joedi Effendi, Johny Ibrahim. Metode Penelitian Hukum. Depok: Prenada Media Group, 2018.

Meitria Syahadatina Noor, dkk. “Klinik Dana” Sebagai Upaya Pencegahan Pernikahan Dini. Cetakan Pe. Yogyakarta: CV Mine, 2018.

Nurul Yaqin. Reformasi Pendidikan : Peran Pendidikan Dalam Mengatasi Problematika Sosial. Edited by Cipta Media Nusantara. Surabaya, 2025.

Rafida Ramelan, dkk. “Disfungsi Dispensasi Kawin Dalam Pencegahan Perkawinan Anak Di Indonesia.” Usroh : Jurnal Hukum Keluarga Islam 8, no. 1 (2024).

Sirajuddin Saleh. Analisis Data Kualitatif. Bandung: Pustaka Ramdhan, 2017.

Sri Melfi Yanti. “Pengaruh Pernikahan Usia Dini Terhadap Pola Asuh Orang Tua Pada Anak Dalam Keluarga Di Desa Muara Uwai Kecamatam Bangkinang.” Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, 2020.

Suwaibatul Aslamia. “Implementasi Undang-Undang NO 16 Tahun 2019 Tentang Batas Usia Perkawinan Di KUA Curup Utara Tahun 2019-2022.” Insitut Agama Islam Negeri IAIN Curup, 2023.

Syahrul Ramadhan Ayuba, dkk. “Faktor Penyebab Pernikahan Dini Di Kota Gorontalo.” Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial (Jupendis) 1, no. 3 (2023).

Syarifah Lisa Andriati, dkk. “Implementasi Perubahan Batas Usia Perkawinan Menurut UU NO. 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan UU No. 16 Tahun 2019 Tentang Perkawinan.” Binamulia Hukum 11, no. 1 (2022).

Yogi Fahrisal dan Haney Fuza Primadiane. Perkawinan Di Bawah Umur. Jawa Timur: Detak Pustaka Printing, 2025.

Zulkarnain Ridlwan. “Negara Hukum Indonesia Kebalikan Nachtwacterstaat.” Fiat Justitia Jurnal Ilmu Hukum 5, no. 2 (2012).

Downloads

Published

2026-05-01

How to Cite

Ulya, F., Huzaimah, A., & Ramelan, R. (2026). The Implications Of The Change In The Age Limit Regulation On Child Marriage Practices In Sungai Rengit Village, Banyuasin Regency. El-Hadhanah : Indonesian Journal Of Family Law And Islamic Law, 6(1), 17–37. https://doi.org/10.22373/hadhanah.v6i1.9619