PERSYARATAN DALAM PENDISTRIBUSIAN ZAKAT PRODUKTIF MENURUT MAZHAB SYAFI’I

Main Article Content

Yuhasnibar

Abstract

Zakat merupakan salah satu rukun Islam. Praktek pelaksanaannya tidak terlepas dari tuntunan syara’. Tujuan zakat adalah menghilangkan kemiskinan yang terjadi dan menjamin hidup seluruh masyarakat khususnya muslim. Zakat bertindak sebagai alat yang diberikan Islam untuk menyadarkan akan tanggung jawab sosial bagi orang yang memiliki harta berlebih terhadap orang dibawahnya. Mazhab Syafi'i dalam literaturnya tidak ada yang membahas secara eksplisit tentang pendistribusian zakat secara produktif. Namun demikian ada dua orang tokoh mazhab Syafi'i yaitu Imam Abu Ishaq Asy-Syirazi dan Imam an-Nawawi dalam pembahasan kitabnya mengindikasikan kebolehan zakat didayagunakan (produktif) dengan persyaratan-persyaratan tertentu. Distribusi zakat di Indonesia ada dua jenis yaitu distribusi secara konsumtif dan distribusi secara produktif. Selama ini dalam prakteknya pendistribusian zakat masih lebih didominasi oleh pendistribusian zakat secara konsumtif. Dengan adanya batasan persyaratan sebelum pendistribusian zakat produktif oleh kedua ulama ini, zakat yang diberikan dapat didayagunakan hingga zakat itu menjadi tumbuh dan berkembang terus-menerus, dan hal ini akan menjamin kelangsungan hidup perekonomian kedepannya. Pendapat yang dikemukakan oleh kedua murid Imam Syafi’i ini sangat relevan sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada masa kini, karena dengan produktifitas zakat ini diharapkan dapat mengubah tatanan perekonomian masyarakat secara luas dan menghilangkan kemiskinan dan menjamin kehidupan masyarakat menjadi lebih makmur, sesuai dengan fitrah yang Allah berikan kepada setiap manusia. Dengan demikian tujuan disyariatkannya zakat akan tercapai yaitu: zakat akan terus tumbuh dan berkembang

Article Details

Section
Articles

References

Abu Bakar Muhammad (Penerjemah) Terjemahan Subulus Salam II.
Abu Ishaq al-Syirazi, al-Muhadzhab Jilid 1, Beirut : Dar al-Hikmah, t.t.
Abu Zakariya Muhy al-Din ibn Syaraf al-Nawawi, Majmu‟ „ala Syarh al-Muhadzhab, Jilid 6, Beirut: Dar al-Kutub Ilmiah, 2007.
Al-Khiyat, Tawzif amwal al-Zakat Fî Masyari‟ Zakat Fî Masyari‟ Dati ri‟in Bila Tamlik Fardiyy lilmustahiq, dalam majalah Majma‟ al-Fiqhu al-Islami, Jilid 1.
Arif Mufraini, Akuntansi dan Manajemen Zakat: Mengomunikasikan Kesadaran dan Membangun Jaringan, cet. I, Jakarta: Prenada Media Group, 2006.
Asnainu, S.Ag, M.ag, Zakat Produktif dalam Persfektif Hukum Islam, cetakan ke-1, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008.
Asrifin An Nakhrawie, Sucikan Hati Dan Bertambah Kaya Bersama Zakat, T.t, Delta Prima Press, 2011.
Didin Hafidhuddin, Zakat Dalam Perekonomian Modern, Jakarta: Gema Insani Press, 2002.
https://ibtimes.id/biografi-imam-syafii-mufti-besar-sunni-pendiri-madzhab-syafii/ diakses pada tanggal 5 April 2020.
https://islam.nu.or.id/post/read/46324/hukum-zakat-produktif-untuk-pendayagunaanmustahik yang dikases pada tanggal 5 Maret 2020. \
http://repository.uinsu.ac.id/5865/1/SkripsiIsna_pdf.pdf diakses pada tanggal 10 Maret 2020.
https://republika.co.id/berita/qcd01t430/sejarah-mazhab-syafii, yang diakses pada tanggal 20 Maret 2020.
https://www.laduni.id/post/read/45449/mengenal-imam-asy-syirazi, dikases pada tanggal 20 Agustus 2020.
Imam Asy-Syaukani, Nailul Authar, Juz III, Damaskus: Darul Kalam Ath-Thayib, 1999.
Imam Syafi‟i, Al Umm, Jakarta: Pustaka Azzam.
Jainudin bin Abdulazij, Fath al-mu‟in, T.t, T.p, T.h.
Masdar F. Mas’udi. dkk, Reinterpretasi Pendayagunaan ZIS Menuju Efektifitas Pemanfaatan Zakat, Infak, Sedekah, Cet.1, Jakarta: PIRAMIDEA, 2004.
M Alfatih Suryadilaga, Studi Kitab Hadits, Cet. ke- 1, Yogyakarta: Teras, 2003.
M. Quraish Shihab, Membumikan Al-Quran, Bandung: Mizan, 2009.
Muhammad, Zakat Profesi: Wacana Pemikiran Zakat dalam Fiqih Kontemporer, Jakarta: Salemba Diniyah, 2002.
Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Ringkasan Shahih Muslim Jilid 1, Jakarta Selatan:Pustaka Azzam, 2013.
Muhammad Hasbi Ash-Shadiqy, Pedoman Zakat, Semarang:Pustaka Rizki Putra, 2009.
Muslim Ibrahim, Fiqh Muqaran dalam Mazhab Fiqh, Banda Aceh: Lembaga Naskah Aceh, 2004.
Sahal Mahfuzh, Nuansa Fiqh Sosial Yogyakarta : LKIS, 2003.
Save M. Dagun, Kamus Besar Ilmu Pengetahuan, Jakarta: LKPN, 2000.