ANALISIS KADAR AMMONIA, ALUMINIUM, FLUORIDA DAN KROMIUM DALAM PENENTUAN KUALITAS AIR MINUM

Main Article Content

Noradhimah

Abstract

Air minum menurut Permenkes RI No.492/Menkes/Per/IV/2010 adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Air minum aman bagi kesehatan apabila memenuhi persyaratan secara fisika, mikrobiologi, kimia, dan radioaktif. Parameter kimia yang akan diuji pada air minum yaitu kadar ammonia, aluminium, flourida dan kromium. Apabila kadar ammonia, aluminium, flourida dan kromium tinggi dalam air minum maka dapat membahayakan kesehatan seperti, kerusakan ginjal, malfungsi otak, kerusakan paru-paru ataupun karies gigi. Penentuan kadar ammonia dan kromium dilakukan dengan menggunakan alat spektrofotometer lovibond SpectroDirect dan penentuan kadar aluminium dan flourida dilakukan dengan menggunakan alat fotometer portable ZE-200. Sampel yang digunakan berasal dari 6 kelompok kerja masyarakat (KKM 1, KKM 2, KKM 3, KKM 4, KKM 5 dan KKM 6). Dari hasil analisis diperoleh bahwa sampel yang memenuhi syarat standar peraturan Menteri Kesehatan No.492/Menkes/ Per/IV/2010 tentang kualitas air minum adalah sampel dari KKM 2. Sedangkan untuk KKM 1, KKM 3, KKM 4, KKM 5 dan KKM 6 tidak memenuhi syarat standar peraturan Menteri Kesehatan No.492/Menkes/ Per/IV/2010 tentang kualitas air minum.

Article Details

Section
Articles

References

Andini, A. (2017). Analisa Kadar Kromium VI [Cr (VI)] Air di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Jurnal SainHealth. 1(2): 1–4.
Astriningrum, Y., Herman, S. & Azizahwati. (2010). Analisis Kandungan Ion Fluorida Pada Sampel Air Tanah Dan Air Pam Secara Spektrofotometri. Jurnal Ilmu Kefarmasian. 7(3): 46-57.
Azizah, M. & Mira, H. (2015). Analisis Kadar Amonia (NH3) Dalam Air Sungai Cileungsi. Jurnal Nusa Sylva. 15(1): 47-54.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2010). Peraturan menteri kesehatan republik indonesia nomor 736/menkes/per /vi/2010 tentang tata laksana pengawasan kualitas air minum. Kemenkes RI. Jakarta.
Munfiah, S., Nurjazuli., & Onny, S. (2013). Kualitas Fisik dan Kimia Air Sumur Gali dan Sumur Bor di Wilayah Kerja Puskesmas Guntur II Kabupaten Demak. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia. 12(2): 154-159.
Poa, J. & Djoko. (2021). Hubungan Konsentrasi Kromium (Cr) dalam Air Sumur dengan Konsentrasi pada Urin dan Rambut Warga Dusun Banyakan Yogyakarta. Jurnal Sciscitatio. 2(1): 1-6.
Prabowo. (2017). Kadar Nitrit Pada Sumber Air Sumur Di Kelurahan Meteseh, Kec. Tembalang, Kota Semarang. Jurnal Pertanian. 55-61.
Rahardjo, D. (2016). Profil Cemaran Kromium di Lingkungan serta Konsentrasi dan Akumulasinya dalam Darah dan Rambut. Laporan Penelitian. Fakultas Bioteknologi UKDW.
Tampubolon, (2018). Perbandingan Kadar Aluminium (Al) Pada Air Baku Dan Air Reservoir Di Pdam Tirtanadi Ipa Sunggal Dengan Metode Kolorimetri. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Yasser, M., Irmasari & Zulkarnain. (2016). Analisis Kadar Amonia (Nh3) Terhadap Air Sumur Di Sekitar Aliran Sungai Tempat Pembuangan Limbah Pabrik Di Desa Bontocinde Kabupaten Takalar. Jurnal Teknik Kimia. 1(1): 9-11.
Wulaningtyas. (2018). Karakteristik Pekerja Kaitannya dengan Kandungan Kromium dalam Urine Pekerja di Industri Kerupuk Rambak Magetan. Jurnal Kesehatan Lingkungan. (1), 127-137.