Journal of Sharia Economics https://journal.ar-raniry.ac.id/index.php/JoSE <p align="justify"><strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">E-ISSN: 2774-3543 </span></span><br><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">P-ISSN: 2774-3551</span></span></strong></p> <p align="justify"><strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Jurnal Ekonomi Syariah</span></span></strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> disajikan sebagai upaya untuk mempromosikan ilmu ekonomi dan keuangan Islam kepada dunia. </span><span style="vertical-align: inherit;">Tujuan pendiriannya adalah menjadi jurnal ilmiah yang bereputasi internasional. </span><span style="vertical-align: inherit;">Ini dimaksudkan sebagai tempat yang kredibel bagi akademisi dan peneliti di seluruh dunia untuk menyebarkan karya, studi, makalah, dan format penelitian lainnya. </span></span><strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Jurnal Ekonomi Syariah</span></span></strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> &nbsp;diterbitkan oleh Program Studi Magister Ekonomi Syariah, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh Indonesia. </span></span><strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Jurnal Ekonomi Syariah</span></span></strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> &nbsp;&nbsp;diterbitkan dalam format akses terbuka yang memungkinkan pembaca dengan leluasa mengakses dan mengunduh artikel.</span></span></p> <p><img src="/public/site/images/faridekonomisyariahpasca/COVER_SAMPUL_Journal_of_Sharia_kecil.jpg" width="185" height="246"></p> Program Studi Magister Ekonomi Syariah UIN Ar-Raniry en-US Journal of Sharia Economics 2774-3551 PENGARUH RELIGIUSITAS TERHADAP PERILAKU ETIKA BISNIS ISLAM PEDAGANG PASAR TRADISIONAL DI KOTA BANDA ACEH https://journal.ar-raniry.ac.id/index.php/JoSE/article/view/630 <p>Suatu kegiatan bisnis harus dilakukan dengan etika atau norma-norma yang berlaku di masyarakat bisnis agar para pedagang tidak melanggar aturan yang telah ditetapkan. Namun pada pasar tradisional di kota Banda Aceh masih terdapat penyimpangan dan kecurangan. Ada beberapa hal yang mendorong seseorang berperilaku religius atau tidak religius jika dilihat dari dimensi religiusitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh religiusitas terhadap perilaku etika bisnis Islam pedagang pasar tradisional di Kota Banda Aceh. Religiusitas terdiri dari dimensi keyakian, praktik agama, pengamalan, pengetahuan, dan pengalaman. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pedagang pasar tradisional di kota Banda Aceh dengan sampel yang diambil sebanyak 102 responden dengan menggunakan teknik <em>purposiv sampling</em><em>. </em>Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari penyebaran angket/kuesioner. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan menggunakan bantuan <em>software</em> IMB SPSS Versi 20. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial dimensi Keyakinan Agama, dimensi Pengamalan Agama berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku etika bisnis Islam pedagang pasar tradisional di Kota Banda Aceh. Sedangkan dimensi Praktik Agama, Pengetahuan Agama, dan Pengalaman Agama berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap perilaku etika bisnis Islam pedagang pasar tradisional di Kota Banda Aceh. Secara simultan dimensi keyakinan Agama, dimensi Praktik Agama, dimensi Pengamalan Agama, Pengetahuan Agama, dan Pengalaman Agama berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku etika bisnis Islam. Berdasarkan uji <em>R Square</em> (<em>R</em><sup>2</sup>) pengaruh yang diberikan sebesar 33,1 %, sedangkan sisanya 66,9% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model.</p> Raihanul Akmal Armiadi Musa Azharsyah Ibrahim Copyright (c) 2020 Raihanul Akmal https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2020-06-30 2020-06-30 1 1 1 21 PEMBIAYAAN PROFIT & LOSS SHARING PADA BANK SYARIAH (ANALISA PANDANGAN PRAKTISI PERBANKAN SYARIAH DI ACEH) https://journal.ar-raniry.ac.id/index.php/JoSE/article/view/625 <p>Studi ini bertujuan untuk menguraikan permasalahan pembiayaan <em>profit &amp; loss sharing</em> pada bank syariah (analisa pandangan praktisi perbankan syariah di Aceh). Hasil penelitan menunjukkan bahwa: 1) Praktik pembiayaan PLS pada industri perbankan syariah di Aceh telah mematuhi fatwa DSN-MUI tentang pembiayaan PLS; 2) Praktisi industri perbankan syariah di Aceh telah mengetahui fatwa DSN-MUI tentang pembiayaan PLS; 3) Praktisi industri perbankan syariah di Aceh telah mematuhi fatwa DSN-MUI pembiayaan PLS; 4) Praktik pembiayaan PLS pada industri perbankan syariah di Aceh telah mematuhi fakta DSN-MUI pembiayaan PLS. 5) Membahas peluang dan saran dalam pengembangan perbankan syariah. Metode penelitian ini merupakan deskriptif analisis dengan pendekatan normatif. Dalam penelitian ini akan dideskripsikan secara rinci dan sistematis mengenai pembiayaan PLS (fokus pada pembiayaan murabahah dan pembiayaan musyarakah) pada industri perbankan syariah di Aceh (Sebuah analisa terhadap pandangan praktisi). Adapun teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yaitu setiap responden yang memenuhi kriteria sampel dimasukkan dalam penelitian ini dalam waktu yang telah di tentukan. Penelitian tentang analisis pembiayaan profit &amp; loss sharing pada bank syariah (analisa pandangan praktisi perbankan syariah di Aceh) menggunakan skala Guttman, yaitu skala yang menginginkan jawaban tegas yang bersifat jelas dan konsisten seperti benar-salah, ya-tidak, dan sebagainya. Skala ini dikembangkan oleh Louis Guttman. Skala Guttman mengukur suatu dimensi saja dari suatu variable yang multidimensi. Skala ini dapat pula dibentuk checklist atau pilihan ganda. Jawaban responden dapat berupa skor tertinggi bernilai (1) dan skor terendah (0). Misalnya untuk jawaban “ya” bernilai (1) sedangkan untuk jawaban “tidak” bernilai (0). Berdasarkan analisis yang telah dilakukan pada penelitian ini maka dapat diambil kesimpulan bahwa Praktik pembiayaan PLS pada industri perbankan syariah di Aceh telah mematuhi fatwa DSN-MUI.</p> Malem Dhiwa Bismi Khalidin Hafas Furqani Copyright (c) 2020 Malem Dhiwa https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2020-06-30 2020-06-30 1 1 22 36 KONVERSI BANK KONVENSIONAL MENJADI BANK SYARIAH DI INDONESIA https://journal.ar-raniry.ac.id/index.php/JoSE/article/view/626 <p>Konversi bank konvensional menjadi bank syariah di Indonesia merupakan salah satu mekanisme pembentukan bank syariah yang ditandai dengan perubahan secara legal sistem bank konvensional menjadi sistem bank syariah. Penerapan kebijakan konversi menimbulkan permasalahan model mekanisme tata kelola perusahaan yang kurang efektif dalam menjalankan pengawasan terhadap kepatuhan syariah bank, peningkatan risiko adverse selection dan moral hazard pada model pendanaan muḍarabah dan musyarakah, divergensi model bisnis bank syariah yang disertai tingkat efisiensi dan stabilitas aset yang rendah, dan tingkat kualifikasi sumber daya manusia perbankan syariah yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak konversi bank konvensional menjadi bank syariah di Indonesia terhadap tata kelola perusahaan, operasional bank, struktur dan kinerja keuangan, dan sumber daya manusia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian peristiwa dalam konteks konversi bank konvensional menjadi bank syariah di Indonesia. Data penelitian ini merupakan data panel. Sumber data penelitian berasal dari laporan keuangan yang dipublikasi. Sampel penelitian terdiri atas 7 bank syariah yang dibentuk melalui kebijakan konversi. Alat analisis terdiri dari regresi OLS (Ordinary Least Square) dan Regresi Kuantil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konversi bank konvensional menjadi bank syariah di Indonesia tidak berpengaruh terhadap Tata Kelola Perusahaan, Operasional Bank, Struktur dan Kinerja Keuangan, dan Sumber Daya Manusia. Konversi bank konvensional menjadi bank syariah di Indonesia berpengaruh terhadap indikator Lag Laporan Auditor Eksternal (External Auditor Reporting Lag) sebesar -30,441 dengan nilai R2 sebesar 0,644 yang menunjukkan bahwa model analisis penelitian dapat mengestimasi perubahan Lag Laporan Auditor Eksternal (External Auditor Reporting Lag) sebesar 64,4% dan sisanya 35,5% dijelaskan oleh variabel lain di luar model analisis penelitian. Konversi bank konvensional menjadi bank syariah di Indonesia berpengaruh terhadap indikator Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (Loan Loss Provision) sebesar -0,008 dengan nilai R2 sebesar 0,482 yang menunjukkan bahwa model analisis penelitian dapat mengestimasi perubahan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (Loan Loss Provision) sebesar 48,2% dan sisanya 51,8% dijelaskan oleh variabel lain di luar model analisis penelitian.</p> Syamsul Idul Adha Hafas Furqani Muhammad Adnan Copyright (c) 2020 Syamsul Idul Adha https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2020-06-30 2020-06-30 1 1 37 57 MODEL PENGELOLAAN DANA OTONOMI KHUSUS TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI ACEH (DITINJAU DARI MAQASHID SYARIAH) https://journal.ar-raniry.ac.id/index.php/JoSE/article/view/627 <p>Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kontruksi kebijakan penyusunan dana otonomi khusus dan penggunaanya, serta untuk mengetahui penerapan model penyusunan dan penggunanaan anggaran dana otonomi khusus terhadap kesejahteraan masyarakat yang ditinjau dari perspektif maqashid syariah. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu suatu analisis yang mengumpulkan, menyusun, mengelola, dan menganalisis data-data, agar kemudian dapat memberikan gambaran mengenai suatu keadaan tertentu sehingga dapat ditarik kesimpulan. Penerapan penyusunan dan penggunaan anggaran dana otonomi khusus dititikberatkan pada beberapa bidang yaitu infrasruktur, pemberdayaan ekonomi rakyat, pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, sosial dan keistimewaan Aceh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan penyusunan dan penggunaan dana otonomi khusus belum sepenuhnya mendominasi dimensi <em>dharuriyyah</em> yang terdiri dari perlindungan agama (<em>hifẓ al-dīn</em>), perlindungan jiwa (<em>hifẓ al-nafs</em>), perlindungan akal (<em>hifẓ al-‘aql</em>), perlindungan keturunan (<em>hifẓ al-nasl</em>), perlindungan harta (<em>hifẓ al-mal</em>), dan perlindungan lingkungan hidup (<em>hifẓ al-biah</em>). Sehingga dana otonomi khusus selanjutnya dapat diproyeksikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh dengan mengunakan tiga dimensi secara hirarki yaitu <em>dharuriyyah</em>, <em>hajjiyyah</em> dan <em>thasaniyyah</em> sebagai basis nilai kebijakan pembangunan Aceh di masa depan yang berlandaskan Syariat Islam.</p> Ikbal Ramzani,P Muhammad Yasir Yusuf Hafas Furqani Copyright (c) 2020 Ikbal Ramzani https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2020-06-30 2020-06-30 1 1 58 81 ANALISIS IMPLEMENTASI AKAD MUSYARAKAH PADA BPR SYARIAH DI PROVINSI ACEH https://journal.ar-raniry.ac.id/index.php/JoSE/article/view/632 <p>Perkembangan kinerja BPR Syariah yang ada di provinsi Aceh semakin meningkat dari tahun ke tahun. Namun yang disayangkan, implementasi akad musyarakah sebagai salah satu produk pembiayaan masih kecil diterapkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui implementasi akad musyarakah pada BPR Syariah di Provinsi Aceh, dan untuk mengetahui penyebab masih kecilnya realisasi penyaluran akad pembiayaan musyarakah serta untuk mengkaji analisis SWOT terhadap akad musyarakah tersebut. Metode yang digunakan untuk menjawab permasalahan dalam penelitian menggunakan metode <em>analisis deskriptif</em>. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi akad musyarakah pada BPRS di provinsi Aceh yaitu dengan melakukan pengajuan pembiayaan kepada BPRS, dan mengikuti seluruh tahapan mekanisme yang diarahkan oleh BPRS. Sedangkan penyebab kecilnya penerapan akad musyarakah di BPRS Provinsi Aceh disebabkan karena akad musyarakah resiko lebih tinggi ketimbang dengan pembiayaan lainnya, nasabah belum siap dengan akad musyarakah dan sistem bagi hasilnya. Analisis SWOT terhadap akad musyarakah pada BPRS Provinsi Aceh adalah: kekuatannya lokasi kantor BPRS berada di daerah yang strategis, kemudian bank syariah lain masih sedikit yang melakukan akad musyarakah, dan BPRS beroperasi atas dasar prinsip syariah yang sedang diminati oleh banyak kalangan. Kelemahan: kurangnya sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakat, produk yang kurang dikenal, kurangnya pemasaran dan promosi, serta sumber daya insani yang kurang memadai. Peluang: pesaing masih sedikit dan banyaknya pusat perdagangan di sekitar lokasi BPRS. Tantangan: masyarakat yang belum tau tentang sistem bagi hasil dan kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap produk musyarakah.</p> Sugito Sugito Nazaruddin A. Wahid Muhammad Zulhilmi Copyright (c) 2020 sugito https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2020-06-30 2020-06-30 1 1 82 98