POTENSI BISNIS TERHADAP KEMANDIRIAN KEBUTUHAN PANGAN SANTRI PONDOK PESANTREN NURUL JADID
Keywords:
Potensi Bisnis, Kemandirian Pangan, Pesantren Nurul JadidAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa pesantren pada saat ini telah banyak mengalami inovasi progres keilmuan agama ke arah pengembangan kemandirian ekonomi, pesantren membaca peluang ekonomi dan menekankan bahwa kemajuan peradaban Islam diantaranya terletak pada ekonomi. pesantren kebanyakan berdiri di pedesaan dan dihuni santri. Pesantren Nurul Jadid yang mempunyai ribuan santri setiap harinya membutuhkan pangan untuk menjaga stabilitas kesehatan santri. Keanekaragaman menu berdampak akan nominal pembiayaan jatah makanan santri, manajemen pembelian dan pembayaran santri tergolong menggunakan model tradisional yang dibebaskan di warung-warung tertentu, sehingga aliran ekonomi santri dan muara teransaksi santri tidak jelas dan hanya dinikmati pihak luar. Potensi ekonomi pangan santri Nurul Jadid diatas satu miliar dalam setiap bulannya dengan estimasi santri diatas lima ribu, hal ini hanya terletak pada teransaksi pangan primer berupa nasi, lauk dan pelengkap kebutuhan makan setiap harinya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan model studi lapangan (file research), metodologi riset ini sangat sederhana dan mudah, dimulai dengan data primer yaitu interviwe dengan pengurus dan pegawai pondok pesantren Nurul Jadid, menelaah dan menganalisa data laporan perkembangan dunia bisnis Pondok Pesantren Nurul Jadid. Adapun hasil penelitian ini adalah Omzet unit Bisnis Pesantren Nurul Jadid tahun 2019 menyentuh angka 12,7 M, tahun 2020 turun pada angka 10,5 M dan pada tahun 2021 19,8 M. Kebutuhan pangan santri setiap tahunnya menyentuh angka 20 M, dengan asumsi 8 ribu santri. Omzet unit usaha Nurul Jadid setiap tahunnya adalah kabar gembira untuk kemandirian ekonomi pesantren, terlebih membantu beban kebutuhan pangan santri dan kebutuhan pesantren lainnya. Pesantren Nurul Jadid memiliki potensi besar ekonomi bisnis untuk mendongkrak ekonomi mikro, menambah lapangan pekerjaan, mengurangi angka kemiskinan dan meringankan beban ekonomi makro.
